Satukan Aksi, Ayo Berkolaborasi!

Oleh : Wardatul Adawiyah,
Saya menempuh pendidikan S1 di Universitas Pendidikan Indonesia pada Program Studi Pendidikan Sosiologi. Semula saya merupakan seorang guru dan praktisi di beberapa lembaga konsultan pendidikan dan yayasan. Selanjutnya saya menempuh studi di S2 Sosiologi Pedesaan Institut Pertanian Bogor dan merefleksi lebih jauh bahwa kehidupan masyarakat saat ini mengalami kerentanan dari berbagai ancaman kerusakan ekologi. Krisis lingkungan lebih banyak disebabkan oleh ulah manusia. Krisis ini merupakan implikasi dari krisis nilai dan kemanusiaan di masyarakat kita. Dampaknya adalah semakin banyak masyarakat di pedesaan yang mengalami kerentanan (vulnerability) pada sistem penghidupan mereka akibat krisis lingkungan yang terjadi.
Oleh karena itu perlu ada upaya penyadaran untuk memperbaiki krisis dan kerusakan ekologi ini, salah satunya melalui pendekatan pendidikan. Sebagai kaum terdidik, mahasiswa dan dosen perlu memiliki kepekaan sosial dan lingkungan di tengah masyarakat. Oleh karena itu, harapan saya setelah bergabung menjadi bagian dari keluarga Sosiologi UNESA adalah dapat membangun jejaring bersama mahasiswa dan akademisi lebih luas untuk terus aktif dalam upaya penyadaran kerusakan lingkungan serta turut andil dalam upaya membangun masyarakat yang peka terhadap krisis lingkungan di masyarakat. Hal ini dapat dilakukan dengan kita turut andil dalam berbagai forum gerakan lingkungan, kajian lingkungan, dan menjadi volunteer dalam menjaga lingkungan. Hal ini tentu saja sangat lekat dengan kajian sosiologi lingkungan, dimana kajiannya akan berfokus pada bagaimana menganalisis pengetahuan, sikap, dan keterampilan mengenai berbagai persoalan lingkungan dalam perspektif sosiologi.