Kesetaraan Gender dari Prespektif Laki-laki

Oleh : M. Ridwan, M. Sosio
Saya merupakan alumni Sosiologi
Universitas Airlangga Surabaya. Fokus kajian yang sangat diminati adalah pada
sosiologi gender. Meskipun laki-laki tetapi menaruh minat pada kajian gender.
Relasi gender yang timpang akibat budaya patriarki menjadikan perempuan selalu
dikonstruksi menempati kelas social kedua di bawah laki-laki. Parahnya
legitimasi teks-teks agama yang ditafsirkan secara tekstual membuat perempuan
semakin sulit keluar dari ketertindasan. Hal inilah yang menjadikan saya sangat
menaruh harapan bahwa dalam relasi social harusnya tidak boleh timpang. Harus
ada keadilan yang seimbang antara laki-laki dan perempuan. Laki-laki ya harus
mampu dan mau mencuci baju di rumah, menyapu lantai, mengepel, mengasuh anak, dan
bahkan memasak. Selama ini pekerjaan tersebut selalu dilabelkan kepada perempuan.
Pun sebaliknya Perempuan juga boleh dong berpendidikan tinggi hingga S1,S2,
bahkan S3. Perempuan memiliki akses yang sama dalam dunia karir dan pekerjaan.
Perempuan juga boleh dong menjadi pimpinan dalam perusahan atau institusi.
Dengan bergabung prodi Sosiologi
Unesa, harapannya mampu berbagai dan mendampingi rekan-rekan muda pejuang karir
untuk tumbuh dan berkembang pada prodi sosiologi. Memberikan pencerahan bahwa
budaya patriarkis yang sangat tidak adil pelan-pelang harus dirubah dan tugas
semua sosiolog salah satunya melawan ketidakadilan itu.
Perjuangan keadilan gender bukan
berarti perempuan harus di atas laki-kaki, tetapi justru antara laki-laki dan perempuan
memiliki akses yangs sama dalam segala bidang apapun. Sehingga tidak ada posisi
atas bawah tetapi justru laki-laki dan perempuan itu berada pada posisi samping
kanan dan kiri yang artinya adalah relasi yang saling membangun dan bekerja
sama. Salam perjuangan keadilan gender.