Fakhris Aulady, Wisudawan Terbaik FISIPOL UNESA: "Kunci Kesuksesan adalah Semangat dan Pembuktian Diri"

SURABAYA, sosiologi.fisipol.unesa.ac.id - Fakhris Aulady, mahasiswa Sosiologi UNESA angkatan 2021, telah meraih predikat wisudawan terbaik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) UNESA.
Sebuah pencapaian yang membanggakan dan layak diapresiasi. Dalam wawancara eksklusif, Fakhris berbagi kisah inspiratif dan pandangannya mengenai kesuksesan.
Perasaan dan motivasi
Meraih predikat wisudawan terbaik tentu merupakan kebanggaan tersendiri. Namun, bagi Fakhris yang terpenting adalah menjalani proses perkuliahan dengan enjoy dan tanpa masalah. Rezeki memang tidak terduga, dan ia sangat bersyukur atas pencapaian ini.
Dalam menjaga motivasi, Fakhris menekankan pentingnya keseimbangan dalam berbagai aspek kehidupan, baik pendidikan, sosial, ekonomi, maupun agama. Keseimbangan ini menjadi kunci utama dalam menjaga fokus dan semangat belajar.
Pengalaman Akademik dan Strategi Belajar
Selama kuliah, semua mata kuliah memberikan kesan yang berarti bagi Fakhris. Namun, ia memiliki minat khusus pada aspek budaya dan ekonomi. Baginya, mata kuliah yang berkaitan dengan kedua bidang ini terasa sangat relevan dan menarik.
Dalam mencapai prestasi akademik, Fakhris menerapkan konsep istiqomah, yaitu konsistensi dalam belajar dan mengerjakan tugas. Ia selalu berusaha membuat progres setiap hari, serta aktif berpartisipasi di kelas. Baginya, tidak ada rasa malu untuk bertanya jika ada materi yang belum dipahami.
Peran Dosen dan Mentor
Fakhris menyadari bahwa kesuksesannya tidak lepas dari dukungan banyak pihak. Ia sangat berterima kasih kepada keluarga, pasangan, teman-teman, serta dosen dan mentor yang telah membimbingnya selama ini. Semua orang yang hadir dalam perjalanan akademiknya memiliki peran penting dalam membentuk dirinya menjadi pribadi yang sukses.
Keseimbangan Akademik dan Sosial
Bagi Fakhris, tidak ada teknik khusus dalam menyeimbangkan kegiatan akademik dan kehidupan sosial. Yang terpenting adalah menikmati keduanya.
Ia percaya bahwa pendidikan yang hanya berorientasi pada nilai dan gelar tidak akan memberikan kepuasan yang hakiki. Oleh karena itu, ia selalu berusaha untuk bersikap adaptif dan terbuka terhadap siapa pun dan di mana pun.
Tantangan dan Rencana Masa Depan
Tantangan terbesar yang dihadapi Fakhris selama kuliah adalah memikirkan karir setelah lulus. Ia menyadari pentingnya mempersiapkan diri sejak dini. Oleh karena itu, ia memanfaatkan masa kuliah untuk membangun relasi dan belajar dari pengalaman orang lain.
Setelah lulus, Fakhris berencana melanjutkan studi S2 dan mengembangkan bisnis. Ia ingin menjadi seseorang yang tidak hanya berpendidikan, tetapi juga memberikan manfaat bagi orang lain.
Harapan untuk Jurusan Sosiologi
Fakhris memiliki harapan besar untuk Prodi Sosiologi FISIPOL UNESA. Ia berharap Prodi Sosiologi akan semakin sukses dan menghasilkan lulusan-lulusan yang berprestasi. Ia juga berharap akan ada inovasi-inovasi baru yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Prodi Sosiologi.
Pesan untuk Mahasiswa
Sebagai penutup, Fakhris memberikan pesan yang sangat inspiratif bagi mahasiswa, khususnya mahasiswa Sosiologi. Ia mengajak mahasiswa untuk tidak malu menjadi mahasiswa Sosiologi, berani mengambil langkah, dan membuktikan kemampuan diri. Kunci kesuksesan adalah semangat dan pembuktian diri.
Kisah Fakhris Aulady adalah contoh inspiratif bagi mahasiswa lainnya. Dengan semangat, kerja keras, dan strategi yang tepat, setiap siswa dapat meraih kesuksesan. Semoga kisah ini dapat memotivasi pelajar untuk terus berjuang dan mengukir prestasi gemilang.
Penulis: Panggih Setyaning Sukma
Editor: Haya Shofa Maulidya