Mahasiswa Sosiologi UNESA Raih Juara 1 Lomba Nahwu Jurumiyyah Tingkat ASEAN
Surabaya – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Alif Fatin Nur Faizah, mahasiswa Sosiologi angkatan 2025, berhasil meraih Juara 1 Lomba Nahwu Jurumiyyah tingkat ASEAN. Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Sosiologi UNESA memiliki potensi dan kemampuan yang beragam, tidak hanya dalam bidang keilmuan sosial, tetapi juga dalam berbagai bidang lainnya. Keberhasilan Alif juga menunjukkan bahwa latar belakang akademik di perguruan tinggi dapat berjalan beriringan dengan pengembangan kompetensi yang telah diperoleh dari pengalaman pendidikan sebelumnya.
Alif mengaku bahwa pada awalnya ia sempat merasa pesimis karena kompetisi tersebut diikuti oleh peserta dari berbagai negara di kawasan ASEAN. Namun, pengalaman dan bekal ilmu Nahwu yang diperolehnya selama menempuh pendidikan di pondok pesantren menjadi salah satu sumber keyakinannya untuk mengikuti perlombaan. “Jujur awalnya saya agak pesimis, karena pesertanya bukan cuma dari Indonesia saja, tapi juga dari seluruh ASEAN. Tapi saya coba terus meyakinkan diri saya bahwa saya bisa, mengingat saya juga alumni pondok pesantren yang punya bekal dalam ilmu Nahwu. Alhamdulillah keyakinan itu terbayar dengan hasil Juara 1,” ungkap Alif.
Manfaatkan AI untuk Persiapan Kompetisi
Keberhasilan tersebut tidak diperoleh secara instan. Dalam mempersiapkan kompetisi, Alif melakukan latihan secara mandiri dengan membuat simulasi soal dan mencari berbagai referensi latihan. Ia juga memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk membantu proses latihan. “Persiapan saya, saya bikin simulasi soal-soal sendiri, terus banyak cari soal-soal referensi lain juga, termasuk memanfaatkan AI untuk latihan, supaya terbiasa mengerjakan dengan cepat dan tepat mengingat waktu pengerjaannya cukup terbatas,” jelasnya.
Persiapan tersebut membantunya membangun kecepatan dan ketelitian dalam menjawab soal. Kombinasi antara bekal keilmuan, latihan yang konsisten, pemanfaatan teknologi, dan kepercayaan diri menjadi bagian dari perjalanan Alif hingga berhasil meraih posisi terbaik dalam kompetisi tingkat ASEAN tersebut.
Prestasi Tidak Harus Selalu Sesuai dengan Jurusan
Bagi Alif, pencapaian yang diraihnya juga menjadi pesan penting bagi mahasiswa untuk tidak membatasi diri hanya pada bidang studi yang sedang ditempuh. Setiap mahasiswa memiliki potensi, pengalaman, dan kemampuan yang dapat terus dikembangkan melalui berbagai kesempatan. “Pesan saya, jangan pernah ragu buat ngejar prestasi meskipun bidangnya di luar jurusan kita. Yakin sama kemampuan diri sendiri itu penting, tapi buat saya yang enggak kalah penting adalah doa kedua orang tua dan saya percaya banget doa mereka yang bikin semua usaha ini dimudahkan,” pesannya.
Prestasi Alif Fatin Nur Faizah menunjukkan bahwa keberagaman kemampuan mahasiswa merupakan kekuatan penting dalam dunia pendidikan. Mahasiswa dapat terus mengeksplorasi minat dan potensi, baik yang berkaitan langsung dengan bidang akademiknya maupun kompetensi lain yang diperoleh dari pengalaman pendidikan dan kehidupan sebelumnya. Capaian ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education, melalui pengembangan potensi, kompetensi, dan pembelajaran sepanjang hayat. Selain itu, keberhasilan mahasiswa dalam kompetisi tingkat ASEAN mencerminkan pentingnya kesempatan belajar dan berkompetisi dalam lingkungan regional yang lebih luas.
Selamat kepada Alif Fatin Nur Faizah atas keberhasilan meraih Juara 1 Lomba Nahwu Jurumiyyah tingkat ASEAN. Semoga prestasi ini menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa Sosiologi UNESA untuk terus percaya pada kemampuan diri, berani mengembangkan potensi di berbagai bidang, serta tidak pernah berhenti belajar dan berprestasi.
Penulis : Tim Website Prodi Sosiologi