Mahasiswa Sosiologi UNESA Borong Tiga Prestasi Nasional di Bidang Desain Poster dan Infografis
Surabaya – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Negeri Surabaya (UNESA). David Renza Arie Satria, mahasiswa Prodi Sosiologi, berhasil mengukir tiga prestasi sekaligus dalam berbagai kompetisi desain poster dan infografis tingkat nasional pada tahun 2026. David berhasil meraih Juara 1 Lomba Poster Infografis tentang Koperasi dalam ajang KOPMA Kepodang Fest 2026 yang diselenggarakan oleh Koperasi Mahasiswa Kepodang Universitas BPD. Selain itu, ia juga memperoleh Juara 3 Lomba Infografis Digital pada kegiatan GELORA bertema "Gerak Cepat Tanggap Bencana, Lindungi Bumi dan Sesama" yang diselenggarakan oleh Unit Aktivitas Green Campus Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Prestasi lainnya adalah Harapan 3 Kompetisi Poster Tingkat Nasional #4 Subtema Sosial Humaniora Kelas B yang diselenggarakan oleh Biro Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Ahmad Dahlan.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa Sosiologi tidak hanya unggul dalam memahami teori-teori sosial, tetapi juga mampu menuangkan gagasan kritis ke dalam karya visual yang komunikatif dan berdampak bagi masyarakat. David mengungkapkan bahwa ketertarikannya pada dunia desain berawal dari rasa ingin mencoba hal baru di luar aktivitas perkuliahan. Meskipun tidak memiliki latar belakang seni maupun desain grafis, ia memilih untuk belajar secara mandiri melalui berbagai platform digital. "Sebagai mahasiswa Sosiologi yang mempelajari isu-isu sosial, budaya, dan politik, saya ingin mengembangkan kemampuan diri di bidang lain. Awalnya saya tidak memiliki latar belakang seni atau desain. Saya belajar secara otodidak melalui YouTube, Instagram, dan Pinterest. Ketertarikan itu sebenarnya sudah muncul sejak SMP, lalu di bangku kuliah saya mulai mempelajari dasar-dasar desain secara lebih serius," ujarnya.
Menurut David, poster bukan hanya media penyampai informasi, tetapi juga sarana menyampaikan gagasan, emosi, dan sudut pandang terhadap berbagai persoalan sosial. "Bagi saya, poster bukan sekadar media untuk menyampaikan informasi, tetapi juga ruang untuk menuangkan ide, imajinasi, emosi, dan sudut pandang pembuatnya. Melalui kombinasi visual, warna, dan pesan, sebuah poster dapat memberikan dampak yang kuat kepada masyarakat," jelasnya.
Ia menambahkan bahwa mengikuti kompetisi poster bukan semata-mata mengejar penghargaan, melainkan menjadi proses pembelajaran yang mampu meningkatkan kreativitas, kemampuan berpikir kritis, dan keberanian untuk mencoba bidang baru. "Saya berharap semakin banyak mahasiswa yang berani mencoba hal-hal baru, karena potensi terbaik sering kali muncul ketika kita berani keluar dari zona nyaman," tambahnya.
Berbagi pengalaman kepada mahasiswa lain, David juga memberikan beberapa tips dalam mengikuti kompetisi desain poster. Menurutnya, langkah pertama yang harus dilakukan adalah memahami karakter lomba yang diikuti, apakah termasuk kategori poster publik, infografis, atau poster ilustrasi. "Kita harus memahami karakter setiap kategori lomba agar konsep desain sesuai dengan kebutuhan. Selain itu, pelajari karya-karya yang pernah menjadi juara pada penyelenggara yang sama untuk mengetahui karakter visual yang disukai juri. Pastikan poster sesuai tema, gunakan bahasa Indonesia yang baik dan persuasif, serta perhatikan komposisi desain, tipografi, kualitas ilustrasi, dan keseimbangan antara teks dan visual," tuturnya. Ia juga menekankan pentingnya manajemen waktu dalam proses pembuatan karya agar masih tersedia kesempatan untuk melakukan revisi sebelum dikirimkan.
Sebagai mahasiswa Sosiologi, David percaya bahwa ilmu sosial justru memberikan bekal yang sangat kuat untuk berkolaborasi dengan berbagai bidang kreatif. Karena itu, ia mengajak mahasiswa agar tidak membatasi diri hanya pada bidang akademik. "Pesan saya untuk seluruh mahasiswa, terutama teman-teman Sosiologi, jangan pernah menganggap bahwa latar belakang menjadi batasan untuk mengembangkan diri. Ilmu sosial justru memberikan cara berpikir yang luas dan kritis sehingga dapat dikolaborasikan dengan berbagai bidang, termasuk desain, fotografi, videografi, penelitian, hingga kewirausahaan," ungkapnya.
Ia menutup pesannya dengan mengajak mahasiswa untuk terus berproses tanpa takut gagal. "Prestasi bukan hanya milik mereka yang sudah ahli sejak awal, tetapi juga milik mereka yang mau terus belajar, berproses, dan tidak mudah menyerah. Kita harus menganggap bahwa diri kita selalu luar biasa dalam setiap proses yang kita jalani," katanya.
Program Studi Sosiologi FISIPOL UNESA memberikan apresiasi atas prestasi yang diraih David Renza Arie Satria. Capaian ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Sosiologi mampu mengintegrasikan perspektif sosiologis dengan kreativitas visual untuk menghasilkan karya yang edukatif, komunikatif, dan relevan dengan berbagai isu sosial di masyarakat. Prestasi ini diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi diri, tidak ragu mengeksplorasi bidang baru, serta menjadikan ilmu sosiologi sebagai landasan dalam menciptakan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Keberhasilan David juga sejalan dengan komitmen Program Studi Sosiologi FISIPOL UNESA dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs). Prestasi di bidang desain edukatif dan infografis mendukung SDG 4 (Quality Education) melalui pengembangan kreativitas, literasi visual, dan kompetensi mahasiswa. Di sisi lain, tema-tema yang diangkat dalam berbagai kompetisi, seperti koperasi, mitigasi bencana, lingkungan, dan isu sosial-humaniora, turut berkontribusi pada peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pembangunan berkelanjutan, sekaligus menunjukkan peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang mampu mengomunikasikan isu-isu sosial secara inovatif. Selamat kepada David Renza Arie Satria atas prestasi luar biasa yang telah diraih. Semoga keberhasilan ini menjadi motivasi bagi seluruh mahasiswa Sosiologi UNESA untuk terus berkarya, berinovasi, dan mengharumkan nama almamater di tingkat nasional maupun internasional.
Penulis : Tim Website Prodi Sosiologi